BIMBINGAN KONSELING KARIR
Konseling Trait and Factor (TF)
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Teori trait and factor dikembangkan oleh frank parsons
berawal pada akhir abab ke-19. Frank person mulai mencari suatu cara untuk
membantu anak-anak remaja yang memiliki kesulitan dan permasalahan dalam
memilih suatu bidang pekerjaan yang sesuai dengan potensi , bakat, minat yang
dimiliki mereka.
Awal abab ke 20 konseling karir yang bersumber pada
gerakan bimbingan jabatan, mendapat tempat yang makin baik di Amerika Serikat.
Berdasarkan ini tidak salah kiranya Frank paeson disebut sebagai bapaknya
konseling karir pada masanya dan juga sampai sekarang ini karena ide-ide yang
berlian yang dilahirkannya menjadi peletak lahirnya konseling karir yang sampai
saat ini terus mengalami perkembangan.
Pengertian Teori Trait and Factor secara bahasa trait
diartikan sebagi sifat, karakteristik seorang individu, sedangkan factor
berarti tipe-tipe, syarat-syarat tertentu yang dimiliki oleh sebuah pekerjaan
atau suatu jabatan.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Konseling Trait and Factor (TF)
Yang dimaksud dengan trait adalah suatu ciri yang khas
bagi seseorang dalam berpikir, berperasaan, dan berprilaku, seperti intelegensi
(berpikir), iba hati (berperasaan), dan agresif (berprilaku). Ciri itu dianggap
sebagai suatu dimensi kepribadian, yang masing-masing membentuk suatu kontinum
atau skala yang terentang dari sangat tinggi sampai sangat rendah.
Teori Trait-Factor adalah pandangan yang mengatakan
bahwa kepribadian
seseorang dapat dilukiskan dengan mengidentifikasikan jumlah ciri, sejauh
tampak dari hasil testing psikologis yang mengukur masing-masing dimensi
kepribadian itu. Konseling Trait-Factor berpegang pada pandangan yang sama dan
menggunakan tes-tes psikologis untuk menanalisis atau mendiagnosis seseorang
mengenai ciri-ciri dimensi/aspek kepribadian tertentu, yang diketahui mempunyai
relevansi terhadap keberhasilan atau kegagalan seseorang dalam jabatan dan
mengikuti suatu program studi.
Dan juga Istilah konseling trait-factor dapat
dideskripsikan adalah corak konseling yang menekankan pemahaman diri melalui
testing psikologis dan penerapan pemahaman itu dalam memecahkan baraneka
problem yang dihadapi, terutama yang menyangkut pilihan program studi/bidang
peker
Pengertian Teori Trait and Factor
secara bahasa trait diartikan sebagi sifat, karakteristik seorang individu,
sedangkan factor berarti tipe-tipe, syarat-syarat tertentu yang dimiliki oleh
sebuah pekerjaan atau suatu jabatan.
B.
Tujuan Konseling Trait and Factor
Trait and Factor memiliki tujuan untuk mengajak siswa
(konseling) untuk berfikir mengenai dirinya serta mampu mengembangkan cara-cara
yang dilakukan agar dapat keluar dari masalah yang dihadapinya. Trait and
Factor dimaksudkan agar siswa mengalami:
§ Self-Clarification / Klarifikasi diri
§ Self-Understanding / Pemahaman diri
§ Self-Acceptance / Penerimaan diri
§ Self-Direction / Pengarahan diri
§ Sel-Actualization / Aktualisasi diri
Membantu Para Siswa Agar
:
1. Dapat memahami diri, dan menilai dirinya
sendiri, terutama berkaitan dng potensi yg ada dlm dirinya mengenai kemampuan
minat, bakat, sikap dan cita-citanya
2. Menyadari dan memahami
nilai-nilai yang ada dlm dirinya dan yg ada dlm masyarakat
3. Mengetahui berbagai jenis pekerjaan yg berhubungan
dng potensi yg ada dlm dirinya
4. Mengetahui jenis-jenis pendidikan & latihan yg
diperlukan bagi suatu bidang tertentu.
5. Menemukan hambatan2 yg mungkin timbul,
yg disebabkan oleh dirinya sendiri & faktor dr lingkungan
6. Para siswa dpt merencanakan masa depannya, serta
menemukan karir & kehidupannya yg serasi/sesuai.
C.
Proses Konseling Trait and Factor
Ada 6 (enam) tahap yang harus dilalui dalam konseling
pendekatan trait and factor , yaitu :
1.
Analisis
Mengumpulkan data tentang diri siswa, dapat dilakukan
dengan wawancara, catatan anekdot, catatan harian, otobiografi dan tes
psikologi.
2.
Sintesis
Merangkum, menggolongkan, dan menghubungkan data yang dipeoleh sehingga memperoleh gambaran tentang kelemahan dan kelebihan siswa.
Merangkum, menggolongkan, dan menghubungkan data yang dipeoleh sehingga memperoleh gambaran tentang kelemahan dan kelebihan siswa.
3.
Diagnosis
Menarik kesimpulan logis atas dasar gambaran pribadi siswa yang diperoleh dari hasil analisis dan sintesis. Dalam tahap ini terdapat tiga kegiatan yang dilakukan, yaitu :
Menarik kesimpulan logis atas dasar gambaran pribadi siswa yang diperoleh dari hasil analisis dan sintesis. Dalam tahap ini terdapat tiga kegiatan yang dilakukan, yaitu :
§ Identiffikasi masalah
Berdasar pada data yang diperoleh, dapat merumuskan dan menarik
kesimpulan permasalahan klien.
§ Etiologi (Merumuskan sumber-sumber penyebab masalah internal dan eksternal)
Dilakukan dengan cara mencari hubungan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan.
Dilakukan dengan cara mencari hubungan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan.
§ Prognosis (tahap ke-4 dalam
konseling)
4.
Prognosis
Upaya untuk memprediksi kemungkinan yang akan terjadi berdasarkan data yang ada.
Upaya untuk memprediksi kemungkinan yang akan terjadi berdasarkan data yang ada.
5.
Konseling (Treatment)
§ Pengembangan alternatif
masalah Proses pemecahan masalah dengan menggunakan beberapa strategi
§ Pengujian alternatif pemecahan masalah Dilakukan untuk menentukan
alternatif mana yang akan diimplementasikan, sehingga perlu diuji kelebihan dan
kelemahan, keuntungan dan kerugian, serta faktor pendukung dan penghambat.
§ Pengambilan keputusan Keputusan
diambil berdasarkan syarat, kegunaaan, dan fleksibilitas yang dipilih klien
6.
Follow Up
§ Hal-hal yang perlu
direncanakan dari alternatif pemecahan masalah yang dipilih.
§ Tindak lanjut dari alternatif yang telah dilaksanakan di lapangan.
Bimbingan karier sebagai satu kesatuan proses bimbingan memiliki manfaat
yang dinikmati oleh kliennya dalam mengarahkan diri dan menciptakan kemandirian
dalam memilih karier yang sesuai dengan kemampuan siswanya.
D.
Kelebihan dan Kelemahan konseling trait and factor
Adapun
kontribusi yang diberikan teori ini adalah:
1.
Teori ciri dan sifat menerapkan
pendekatan ilmiah pada konseling
2.
Penekanan pada penggunaan data
tes objektif, membawa kepada upaya perbaikan dalam pengembangan tes dan
penggunanya, serta perbaikan dalam pengumpulan data lingkungan.
3.
Penekanan yang diberikan pada
diagnose mengandung makna sebagai suatu perhatian terhadap masalah dan
sumbernya mengarahkan kepada upaya pengkreasian teknik-teknik untuk
mengatasinya.
4.
Penekanan pada aspek kognitif
merupakan upaya menyeimbangkan pandangan lain yang lebih menekankan afektif
atau emosional.
Adapun kelemahan konseling trait and factor, sebagai berikut:
Adapun kelemahan konseling trait and factor, sebagai berikut:
a.
Kurang diindahkan adanya
pengaruh dari perasaan, keinginan, dambaan aneka nilai budaya (cultural
values), nilai-nalai kehudupan (personal values), dan cita-cita hidup, terhadap
perkembangan jabatan anak dan remaja (vocational development) serta pilihan
program/bidang studi dan bidang pekerjaan (vocational choice).
b.
Kurang diperhatikan peran
keluarga dekat, yang ikut mempengaruhi rangkaian pilihan anak dengan cara
mengungkapkan harapan, dambaan dan memberikan pertimbangan untung-rugi sambil
menunjuk pada tradisi keluarga; tuntutan mengingat ekonomi keluarga; serta
keterbatasan yang konkrit dalam kemampuan finansial, dan sebagainya.
c.
Kurang diperhitungkannya
perubahan-perubahan dalam kehidupan masyarakat, yang ikut memperluas atau
membatasi jumlah pilihan yang tersedia bagi seseorang.
d.
Kurang disadari bahwa
konstelasi kualifikasi yang dituntut untuk mencapai sukses di suatu bidang
pekerjaan atau program studi dapat berubah selama tahun-tahun yang akan datang.
e.
Pola ciri-ciri kepribadian
tertentu pasti sangat membatasi jumlah kesempatan yang terbuka bagi seseorang,
karena orang dari berbagai pola ciri kepribadian dapat mencapai sukses di
bidang pekerjaan yang sama.
BAB III
PENUTUP
A.
Ksimpulan
Menurut teori ini kepribadian merupakan sistem atau
faktor yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya seperti kecakapan, minat,
sikap dan tempramen. Beberapa tokoh yang sering dikenal dalam teori trait and
factor adalah Walter Bigham, John Darley, Donald G.Paterson dan E.G.Williamson.
Ada beberapa asumsi pokok yang mendasari teori konseling
trait and factor, adalah:
1.
Karena setiap individu sebagai
suatu pola kecakapan dan kemampuan yang terorganisasikan secara unik, dank
arena kualitas yang relative stabil setelah remaja, maka tes objektif dapat
digunakan untuk mengindentifikasi karakteristik tersebut.
2.
Pola-pola kepribadian dan minat
berkorelasi dengan perilaku kerja tertentu.
3.
Kurikulum sekolah yang berbeda
akan menuntut kapasitas dan minat yang berbeda dalam hal ini dapat ditentukan.
4.
Baik siswa maupun konselor
hendaknya mendiagnosa potensi siswa untuk mengawali penempatan dalam kurikulum
atau pekerjaan.
5.
Setiap orang memiliki kecakapan
dan keinginan untuk mengindentifikasi secara kognitif kemampuan sendiri.
•
Bimbingan karir
adalah suatu upaya bantuan terhadap peserta didik agar dapat mengenal dan
memahami dirinya, mengenal dunia kerjanya, mengembangkan masa depan sesuai
dengan bentuk kehidupan yang diharapkannya, mampu menentukan dan mengambil
keputusan secara tepat dan bertanggungjawab.
•
BIMBINGAN KARIER adalah
suatu proses bantuan, layanan informasi dan pendekatan terhadap individu/
kelompok individu agar dapat mengenal dan memahami dirinya, mengenal dunia
kerja untuk menentukan pilihan karier, mampu untuk mengambil keputusan karier
dan mengakui bahwa keputusan tersebut adalah yang paling tepat/ sesuai dengan
keadaan dirinya dihubungkan dengan persyaratan-persyaratan karier yang akan
ditekuninya.
•
Bimbingan karir
adalah suatu upaya bantuan terhadap peserta didik agar dapat mengenal dan
memahami dirinya, mengenal dunia kerjanya, mengembangkan masa depan sesuai
dengan bentuk kehidupan yang diharapkannya, mampu menentukan dan mengambil
keputusan secara tepat dan bertanggungjawab
DAFTAR PUSTAKA
Dewa Ketut Sukardi. 1989. Pendekatan
Konseling karir di dalam Bimbingan Karir (suatu pendahuluan). Jakarta timur :
Ghalia Indonesia.
Abdul Hamid Nursi. 1977. SDM yang
Produktif. Jakarta : Gema Insani Press.
Libertus, Jehani. 2008. Hak-hak
Karyawan Kontrak. Jakarta : Forum Sahabat.
Dewa Ketut Sukardi,dkk. 1993.
Panduan Perencanaan Karir. Surabaya : Usaha Nasional.
Mohammad Tayeb Manhiru. 1992.
Pengantar Bimbingan dan Konseling Karir. Jakarta : Bumi aksara
Munandir. 1996. Pengantar Bimbingan
dan Konseling di Sekolah. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Ditjen
Dikti P2TA.
Kurtanto, Edi, 2007. Bimbingan dan Konseling.
Pontianak: CV Himalaya Raya
http://abangjo-sevenzero.blogspot.com/2009/10/trait-factor-counseling.html http://eko13.wordpress.com/2008/03/18/ciri-ciri-teori-konseling/
http://abangjo-sevenzero.blogspot.com/2009/10/trait-factor-counseling.html http://eko13.wordpress.com/2008/03/18/ciri-ciri-teori-konseling/
http://jamroh.wordpress.com/
http://kejarmimpi.blogspot.com/2009/05/pengertian-konseling-rational-emotive.html
http://khairiwardi.multiply.com/journal/item/4
Seminole Hard Rock Hotel & Casino Tulsa
BalasHapusFind reviews, 청주 출장마사지 hours, directions, 청주 출장샵 coupons, and more for Seminole Hard Rock 창원 출장안마 Hotel & 고양 출장마사지 Casino Tulsa in 전주 출장안마 Tulsa, OK. Rating: 7.4/10 · 7 votes
jr659 louis vuitton outlet dj994
BalasHapus