Senin, 17 Desember 2012


BIMBINGAN KONSELING KARIR
Konseling Trait and Factor (TF)


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Teori trait and factor dikembangkan oleh frank parsons berawal pada akhir abab ke-19. Frank person mulai mencari suatu cara untuk membantu anak-anak remaja yang memiliki kesulitan dan permasalahan dalam memilih suatu bidang pekerjaan yang sesuai dengan potensi , bakat, minat yang dimiliki mereka.
Awal abab ke 20 konseling karir yang bersumber pada gerakan bimbingan jabatan, mendapat tempat yang makin baik di Amerika Serikat. Berdasarkan ini tidak salah kiranya Frank paeson disebut sebagai bapaknya konseling karir pada masanya dan juga sampai sekarang ini karena ide-ide yang berlian yang dilahirkannya menjadi peletak lahirnya konseling karir yang sampai saat ini terus mengalami perkembangan.
Pengertian Teori Trait and Factor secara bahasa trait diartikan sebagi sifat, karakteristik seorang individu, sedangkan factor berarti tipe-tipe, syarat-syarat tertentu yang dimiliki oleh sebuah pekerjaan atau suatu jabatan.











BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Konseling Trait and Factor (TF)
Yang dimaksud dengan trait adalah suatu ciri yang khas bagi seseorang dalam berpikir, berperasaan, dan berprilaku, seperti intelegensi (berpikir), iba hati (berperasaan), dan agresif (berprilaku). Ciri itu dianggap sebagai suatu dimensi kepribadian, yang masing-masing membentuk suatu kontinum atau skala yang terentang dari sangat tinggi sampai sangat rendah.
Teori Trait-Factor adalah pandangan yang mengatakan bahwa kepribadian seseorang dapat dilukiskan dengan mengidentifikasikan jumlah ciri, sejauh tampak dari hasil testing psikologis yang mengukur masing-masing dimensi kepribadian itu. Konseling Trait-Factor berpegang pada pandangan yang sama dan menggunakan tes-tes psikologis untuk menanalisis atau mendiagnosis seseorang mengenai ciri-ciri dimensi/aspek kepribadian tertentu, yang diketahui mempunyai relevansi terhadap keberhasilan atau kegagalan seseorang dalam jabatan dan mengikuti suatu program studi.
Dan juga Istilah konseling trait-factor dapat dideskripsikan adalah corak konseling yang menekankan pemahaman diri melalui testing psikologis dan penerapan pemahaman itu dalam memecahkan baraneka problem yang dihadapi, terutama yang menyangkut pilihan program studi/bidang peker
     Pengertian Teori Trait and Factor secara bahasa trait diartikan sebagi sifat, karakteristik seorang individu, sedangkan factor berarti tipe-tipe, syarat-syarat tertentu yang dimiliki oleh sebuah pekerjaan atau suatu jabatan.


B.     Tujuan Konseling Trait and Factor
Trait and Factor memiliki tujuan untuk mengajak siswa (konseling) untuk berfikir mengenai dirinya serta mampu mengembangkan cara-cara yang dilakukan agar dapat keluar dari masalah yang dihadapinya. Trait and Factor dimaksudkan agar siswa mengalami:
§  Self-Clarification / Klarifikasi diri
§  Self-Understanding / Pemahaman diri
§  Self-Acceptance / Penerimaan diri
§  Self-Direction / Pengarahan diri
§  Sel-Actualization / Aktualisasi diri
Membantu Para Siswa Agar :
1.   Dapat memahami diri, dan menilai dirinya sendiri, terutama berkaitan dng potensi yg ada dlm dirinya mengenai kemampuan minat, bakat, sikap dan cita-citanya
2.      Menyadari dan memahami nilai-nilai yang ada dlm dirinya dan yg ada dlm masyarakat
3.      Mengetahui berbagai jenis pekerjaan yg berhubungan dng potensi yg ada dlm dirinya
4.      Mengetahui jenis-jenis pendidikan & latihan yg diperlukan bagi suatu bidang tertentu.
5.      Menemukan hambatan2 yg mungkin timbul, yg disebabkan oleh dirinya sendiri & faktor dr lingkungan
6.      Para siswa dpt merencanakan masa depannya, serta menemukan karir & kehidupannya yg serasi/sesuai.


C.    Proses Konseling Trait and Factor
Ada 6 (enam) tahap yang harus dilalui dalam konseling pendekatan trait and factor , yaitu :
1.      Analisis
Mengumpulkan data tentang diri siswa, dapat dilakukan dengan wawancara, catatan anekdot, catatan harian, otobiografi dan tes psikologi.
2.      Sintesis
            Merangkum, menggolongkan, dan menghubungkan data yang dipeoleh sehingga memperoleh gambaran tentang kelemahan dan kelebihan siswa.

3.       Diagnosis
            Menarik kesimpulan logis atas dasar gambaran pribadi siswa yang diperoleh dari hasil analisis dan sintesis. Dalam tahap ini terdapat tiga kegiatan yang dilakukan, yaitu :
§  Identiffikasi masalah
Berdasar pada data yang diperoleh, dapat merumuskan dan menarik kesimpulan permasalahan klien.
§  Etiologi (Merumuskan sumber-sumber penyebab masalah internal dan eksternal)
Dilakukan dengan cara mencari hubungan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan.
§   Prognosis (tahap ke-4 dalam konseling)
4.      Prognosis
Upaya untuk memprediksi kemungkinan yang akan terjadi berdasarkan data yang ada.
5.       Konseling (Treatment)
§   Pengembangan alternatif masalah Proses pemecahan masalah dengan menggunakan beberapa strategi
§  Pengujian alternatif pemecahan masalah Dilakukan untuk menentukan alternatif mana yang akan diimplementasikan, sehingga perlu diuji kelebihan dan kelemahan, keuntungan dan kerugian, serta faktor pendukung dan penghambat.
§   Pengambilan keputusan Keputusan diambil berdasarkan syarat, kegunaaan, dan fleksibilitas yang dipilih klien

6.      Follow Up
§   Hal-hal yang perlu direncanakan dari alternatif pemecahan masalah yang dipilih.
§  Tindak lanjut dari alternatif yang telah dilaksanakan di lapangan.

      Bimbingan karier sebagai satu kesatuan proses bimbingan memiliki manfaat yang dinikmati oleh kliennya dalam mengarahkan diri dan menciptakan kemandirian dalam memilih karier yang sesuai dengan kemampuan siswanya.



D.    Kelebihan dan Kelemahan konseling trait and factor
Adapun kontribusi yang diberikan teori ini adalah:
1.      Teori ciri dan sifat menerapkan pendekatan ilmiah pada konseling
2.      Penekanan pada penggunaan data tes objektif, membawa kepada upaya perbaikan dalam pengembangan tes dan penggunanya, serta perbaikan dalam pengumpulan data lingkungan.
3.      Penekanan yang diberikan pada diagnose mengandung makna sebagai suatu perhatian terhadap masalah dan sumbernya mengarahkan kepada upaya pengkreasian teknik-teknik untuk mengatasinya.
4.      Penekanan pada aspek kognitif merupakan upaya menyeimbangkan pandangan lain yang lebih menekankan afektif atau emosional.
Adapun kelemahan konseling trait and factor, sebagai berikut:
a.       Kurang diindahkan adanya pengaruh dari perasaan, keinginan, dambaan aneka nilai budaya (cultural values), nilai-nalai kehudupan (personal values), dan cita-cita hidup, terhadap perkembangan jabatan anak dan remaja (vocational development) serta pilihan program/bidang studi dan bidang pekerjaan (vocational choice).
b.      Kurang diperhatikan peran keluarga dekat, yang ikut mempengaruhi rangkaian pilihan anak dengan cara mengungkapkan harapan, dambaan dan memberikan pertimbangan untung-rugi sambil menunjuk pada tradisi keluarga; tuntutan mengingat ekonomi keluarga; serta keterbatasan yang konkrit dalam kemampuan finansial, dan sebagainya.
c.       Kurang diperhitungkannya perubahan-perubahan dalam kehidupan masyarakat, yang ikut memperluas atau membatasi jumlah pilihan yang tersedia bagi seseorang.
d.      Kurang disadari bahwa konstelasi kualifikasi yang dituntut untuk mencapai sukses di suatu bidang pekerjaan atau program studi dapat berubah selama tahun-tahun yang akan datang.
e.       Pola ciri-ciri kepribadian tertentu pasti sangat membatasi jumlah kesempatan yang terbuka bagi seseorang, karena orang dari berbagai pola ciri kepribadian dapat mencapai sukses di bidang pekerjaan yang sama.
















BAB III
PENUTUP


A.    Ksimpulan
Menurut teori ini kepribadian merupakan sistem atau faktor yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya seperti kecakapan, minat, sikap dan tempramen. Beberapa tokoh yang sering dikenal dalam teori trait and factor adalah Walter Bigham, John Darley, Donald G.Paterson dan E.G.Williamson.
Ada beberapa asumsi pokok yang mendasari teori konseling trait and factor, adalah:
1.      Karena setiap individu sebagai suatu pola kecakapan dan kemampuan yang terorganisasikan secara unik, dank arena kualitas yang relative stabil setelah remaja, maka tes objektif dapat digunakan untuk mengindentifikasi karakteristik tersebut.
2.      Pola-pola kepribadian dan minat berkorelasi dengan perilaku kerja tertentu.
3.      Kurikulum sekolah yang berbeda akan menuntut kapasitas dan minat yang berbeda dalam hal ini dapat ditentukan.
4.      Baik siswa maupun konselor hendaknya mendiagnosa potensi siswa untuk mengawali penempatan dalam kurikulum atau pekerjaan.
5.      Setiap orang memiliki kecakapan dan keinginan untuk mengindentifikasi secara kognitif kemampuan sendiri.
         Bimbingan karir adalah suatu upaya bantuan terhadap peserta didik agar dapat mengenal dan memahami dirinya, mengenal dunia kerjanya, mengembangkan masa depan sesuai dengan bentuk kehidupan yang diharapkannya, mampu menentukan dan mengambil keputusan secara tepat dan bertanggungjawab.
         BIMBINGAN KARIER adalah suatu proses bantuan, layanan informasi dan pendekatan terhadap individu/ kelompok individu agar dapat mengenal dan memahami dirinya, mengenal dunia kerja untuk menentukan pilihan karier, mampu untuk mengambil keputusan karier dan mengakui bahwa keputusan tersebut adalah yang paling tepat/ sesuai dengan keadaan dirinya dihubungkan dengan persyaratan-persyaratan karier yang akan ditekuninya.
         Bimbingan karir adalah suatu upaya bantuan terhadap peserta didik agar dapat mengenal dan memahami dirinya, mengenal dunia kerjanya, mengembangkan masa depan sesuai dengan bentuk kehidupan yang diharapkannya, mampu menentukan dan mengambil keputusan secara tepat dan bertanggungjawab



















DAFTAR PUSTAKA


Dewa Ketut Sukardi. 1989. Pendekatan Konseling karir di dalam Bimbingan Karir (suatu pendahuluan). Jakarta timur : Ghalia Indonesia.
Abdul Hamid Nursi. 1977. SDM yang Produktif. Jakarta : Gema Insani Press.
 Libertus, Jehani. 2008. Hak-hak Karyawan Kontrak. Jakarta : Forum Sahabat.
Dewa Ketut Sukardi,dkk. 1993. Panduan Perencanaan Karir. Surabaya : Usaha Nasional.
Mohammad Tayeb Manhiru. 1992.  Pengantar Bimbingan dan Konseling Karir. Jakarta : Bumi aksara
Munandir. 1996. Pengantar Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Ditjen Dikti P2TA.
Kurtanto, Edi, 2007. Bimbingan dan Konseling. Pontianak: CV Himalaya Raya
http://abangjo-sevenzero.blogspot.com/2009/10/trait-factor-counseling.html http://eko13.wordpress.com/2008/03/18/ciri-ciri-teori-konseling/
http://jamroh.wordpress.com/
http://kejarmimpi.blogspot.com/2009/05/pengertian-konseling-rational-emotive.html
http://khairiwardi.multiply.com/journal/item/4

2 komentar:

  1. Seminole Hard Rock Hotel & Casino Tulsa
    Find reviews, 청주 출장마사지 hours, directions, 청주 출장샵 coupons, and more for Seminole Hard Rock 창원 출장안마 Hotel & 고양 출장마사지 Casino Tulsa in 전주 출장안마 Tulsa, OK. Rating: 7.4/10 · ‎7 votes

    BalasHapus